| Article Index |
|---|
| Dasar-dasar Perilaku Bijak |
| Berlaku Adil |
| Berbuat Baik (Ihsan) |
| Menegakkan Tauhid |
| All Pages |
Diantara ayat yang paling menonjol dalam masalah ini adalah firman Allah:
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَالإِحْسَـانِ وَإِيْتَآئِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ , يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”
(An-Nahl: 90)
Ayat ini adalah ayat terbesar tentang kaidah perilaku bijak dan pokok-pokok tindakan hikmah. Semua pembahasan kembali kepada kaidah ini. Setiap masalah yang mengandung keadilan atau ihsan atau pemberian kebaikan kepada sanak famili tentu dia termasuk diperintahkan oleh Allah. Dan setiap perkataan yang mengandung kekejian, atau kemungkaran atau kedzaliman pasti ia termasuk yang diharamkan oleh Allah.
Dengan demikian kebaikan apa yang diperintahkan oleh Allah dan keburukan apa yang dilarang oleh Allah dapat diketahui. Kepada ayat dan kadeah ini semua perkataan manusia dikembalikan dan dengan kaidah ini semua tindakan manusia dapat ditimbang.[1]
Perintah-perintah dan larangan-larangan ini telah mencakup keutamaan-keutamaan akhlak dan berbagai macam tindakan yang telah digariskan dan dianjurkan oleh Allah, karena didalamnya mengandung keshalehan jiwa dan kebaikan umat serta bangsa.[2]
Karena itu berkatalah Abd Allahbn Mas’ud t: “Satu ayat didalam kitab Allah yang paling luas cakupannya tentang kebaikan dan keburukan adalah ayat yang ada dalam surat Al-Nahl:[3]
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَالإِحْسَـانِ ... ... ...
Seorang da’i muslim adalah manusia pertama yang dituntut untuk berhias diri dengan prinsip-prinsip perilaku bijak ini. Sehingga dia harus berlaku adil, berbuat baik dan menyambung tali kekerabatan, menjauhkan diri dari kekejian, kemungkaran dan kezhaliman.
| < Prev | Next > |
|---|
