- 2. Mengenali bahwa Nabi saw memberikan kabar gembira kepada para sahabat dengan datangnya bulan ini.
Nabi adalah panutan kita, begitu bahagianya menyambut bulan Ramadhan, maka kita sebagai para pecintanya juga harus bergembira, kita sukai apa yang beliau sukai, dan kita benci apa yang beliau benci. Dan ini termasuk manifestasi dari ayat, "Jika engkau cinta Allah, maka ikutilah aku"
- 3. Mengetahui bahwa termasuk petunjuk Nabi saw adalah memperbanyak ketaatan.
Jika kita telah ridha Nabi saw sebagai panutan kita, maka termasuk yang diajarkan oleh beliau adalah memperbanyak amal ibadah dengan segala jenisnya. Maka di bulan berkah ini, kita perbanyak shalat, puasa, qiyam Ramadhan, sedekah, baca al-Qur`an dlsb. Dan sungguh! Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah saw.
- 4. Membayangkan pahala besar yang Allah siapkan bagi orang-orang yang berpuasa.
Adapun soal pahala dan balasan bagi orang yang berpuasa, maka tidak perlu diragukan lagi, begitu agung dan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits. Dengan mengingat besarnya pahala, insya Allah kita akan pantang menyerah, akan berjuang habis-habisan untuk tetap taat.
- 5. Mengenali keberkahan bulan Ramadhan.
Berkah bermakna asal, kebaikan yang bertambah. Kebaikan berlipat-lipat ini terjadi pada bulan Ramadhan, baik kebaikan dalam keimanan, kekuatan fisik, waktu dan sebagainya. Apabila kita senantiasa memikirkan begitu berkahnya diri kita di bulan ini, maka hal itu akan memicu semangat kita tetap menyala.
- 6. Mengenali keistimewaan bulan Ramadhan
Seperti halnya dengan ibadah puasa yang begitu istimewa, maka bulan Ramadhan pun tidak kalah istimewa, banyak kekhususan di dalamnya yang tidak pernah ada pada bulan lainnya. Seperti turunnya al-Qur`an, dibukanya pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu neraka, ada malam lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Dengan mengingat kekhususan bulan ini, semoga semangat kita tetap menyala.
- 7. Membahayangkan mengapa Allah mengkhususkan ibadah puasa untuk diri Nya.
Ini termasuk hal paling menggemberikan bagi kita yang berpuasa, begitu banyak amal ibadah yang kita lakukan, tetapi hanya puasa yang Allah khususkan untuk diri Nya. Tentu ini menggambarkan betapa kedudukan puasa di sisi Allah. Setiap amal ibadah yang kita lakukan maka semua itu adalah untuk diri kita, artinya ada kemungkinan kita melakukan untuk kepentingan sendiri, entah agar dipuji atau dilihat orang lain dan sejenisnya. Lain halnya dengan puasa, yang menghalangi kita untuk makan dan minum dalam keadaan sepi dan bersendirian adalah takut kita pada Allah. Oleh karena itu Allah mengatakan, "Semua amal anak manusia adalah untuk dirinya, kecuali puasa, ia adalah untuk Ku dan Aku yang akan membalasnya."
- 8. Mengenali betapa gigih perjuangan para sahabat dalam mengisi bulan Ramadhan.
Mengingat hal ini, semangat di hati akan menyala, bagai mana tidak? Ketika membayangkan bagaimana para sahabat semalaman shalat tarawih hingga menjelang fajar, bagaimana para tabi'in sesudah mereka mengisi Ramadhan dengan bacaan al-Qur`an bahkan hingga hatam dalam sehari, atau sehari semalam, atau tiga hari dst.
- 9. Mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan al-Qur`an
Benar! Allah turunkan al-Qur`an di bulan berkah ini, siapapun maklum apa dan bagaimana al-Qur`an. Dan siapapun tahu bahwa di bulan ini Rasulullah menyetorkan bacaan al-Qur`an kepada Jibril. Para sahabat giat membacanya, para tabi'in bahkan ada yang dua kali hatam dalam sehari semalam.
- 10. Mengingat bahwa puasa kelak akan menjadi syaf'a'at.
Ini hanyalah satu dari sekian kebaikan yang Allah berikan kepada kita, kelak di hari kiamat puasa akan datang menjadi pembela kita di hadapan Allah, ia mengatakan, "Wahai Rabb, aku yang menghalanginya dari makan dan syahwat di siang hari, maka berilah aku perkenan untuk memberikan syafaat kepadanya." (HR. Ahmad).
| < Prev | Next > |
|---|

Comments